KSPPS BMT Nahdliyin Raudlatul Ulum (BMT NyRU) menyampaikan laporan perkembangan keuangan periode Mei 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Laporan ini disusun berdasarkan posisi keuangan dan laporan laba rugi per 31 Mei 2026 serta menjadi media pertanggungjawaban kepada seluruh anggota.
Ikhtisar Kinerja


Pertumbuhan Dana Kelolaan Tetap Terjaga
Selama Mei 2026, BMT NyRU berhasil meningkatkan total aset menjadi Rp1,70 miliar, atau tumbuh 5,87% dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya penghimpunan dana masyarakat serta bertambahnya penyaluran pembiayaan kepada anggota.
Penghimpunan dana juga menunjukkan tren yang positif. Simpanan anggota bertambah Rp48,90 juta, sementara Simpanan Berjangka (SIMJAKA) meningkat Rp61 juta hingga mencapai Rp953 juta. Capaian ini mencerminkan tingkat kepercayaan anggota yang tetap terjaga terhadap layanan dan pengelolaan dana di BMT NyRU.
Pembiayaan Terus Bertumbuh
Saldo pembiayaan yang disalurkan kepada anggota meningkat menjadi Rp637,74 juta, bertambah Rp19,69 juta dibandingkan April 2026. Peningkatan ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi BMT tetap berjalan, yaitu menghimpun dana anggota dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan yang produktif sesuai prinsip syariah.
Manajemen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan agar kualitas aset produktif tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan portofolio.
Pendapatan Meningkat, Efisiensi Tetap Menjadi Fokus
Hingga akhir Mei 2026, pendapatan lembaga mencapai Rp54,11 juta, meningkat Rp17,59 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan pembiayaan serta pendapatan lain yang mendukung aktivitas operasional.
Di sisi lain, total beban juga meningkat menjadi Rp328,38 juta. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh biaya tenaga kerja, kewajiban bagi hasil kepada anggota penyimpan dana, penyusutan aset, serta berbagai biaya operasional lainnya yang timbul seiring dengan aktivitas lembaga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya mengimbangi peningkatan biaya operasional, sehingga efisiensi tetap menjadi agenda utama dalam pengelolaan keuangan BMT.
Hasil Usaha dan Evaluasi
Per 31 Mei 2026, akumulasi rugi berjalan tercatat sebesar Rp274,27 juta, bertambah Rp21,09 juta dibandingkan posisi April 2026.
Manajemen memandang kondisi ini sebagai bagian dari proses evaluasi yang harus disikapi secara terukur. Fokus utama bukan hanya meningkatkan volume usaha, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan kontribusi terhadap kesehatan keuangan lembaga dalam jangka panjang.
Sejumlah langkah yang terus dilakukan meliputi peningkatan kualitas pembiayaan, pengendalian biaya operasional, optimalisasi penghimpunan dana, serta penguatan sistem pengawasan dan manajemen risiko.
BMT NyRU meyakini bahwa transparansi merupakan bagian penting dari amanah kepada anggota. Oleh karena itu, setiap perkembangan keuangan disampaikan secara objektif sebagai dasar evaluasi bersama dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Manajemen menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota, pengurus, pengawas, dan mitra yang terus memberikan kepercayaan kepada BMT NyRU. Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang profesional, BMT NyRU akan terus berupaya memperkuat kinerja serta meningkatkan kualitas layanan demi terciptanya lembaga keuangan syariah yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.




